Merindukan Sosok Fatamorgana II

(Oleh Jumra Fidaini)

Galau1Dialah sosok yang kuharapkan sejak dulu.tiba-tiba purkon muncul kembali dalam hidupku. Dia memberiku semangat dan tujuan hidup yang baru, Aku heran kenapa di setiapku berusaha menghindarinya dia muncul dalam kehidupanku yang semakin membuatku hancur.

Pagi itu purkon menemuiku dan memberiku semangat seperti biasa. Aku mulai memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatiku terhadap purkon ”aku sakit dengan sifat mu yang seperti ini aku mulai bosan dengan tingkahmu kau menggantungkan perasaanku, apa sih maumu? aku sakiiiiiit”. lelehan air mata mulai membasahi pipiku, aku menangis mengeluarkan semua apa yang ku rasakan selama ini, aku tidak menghiraukan apa yang ada dalam pikiran purkon. seolah tak ingin tau apa yang di rasakan purkon saat ini.

Suasana berubah menjadi hening kami hanya terdiam dan membisu.seakan kata-kata yang inggin kami ucapkan menghilang.hanya suara tangisku dan hembusan angin yang kami rasakan, namun purkon hanya terdiam dan tak mengeluarkan sepatah katapun kepadaku. Dia meninggal kan aku dengan penuh tanda tanya dan tanpa ada kepastian dari purkon.

Aku semakin bingung dengan apa yang telah purkon lakukan terhadapku.aku sering melamun dan ingin sendiri hingga aku memutuskan untuk memperbaiki hidupku kembali tanpa mengharapkan purkon muncul dalam hidupku.

Aku memperbarui hidup dengan penuh perjuangan.aku berusaha menjadi yang lebih baik dan berguna.aku menikmati semua keputusan yang telah aku putuskan. Walau terkadang bayangan purkon datang menghampiriku sejak saat itu purkon tidak pernah menemuiku lagi.dia menghilang begitu saja.tanpa ada kabar dari dirinya.

Hari-hari yang ku lalui semakin membaik dan bahagia walau terkadang rasa rindu terhadap purkon masih ada dan membayang di hidupku. Aku mulai terbiasa dengan semua itu tapi itu semua membuatku semakin ingin tau apa sebenarnya yang di sembuyikan purkon dari diriku kenapa purkon hanya ada disaat-saat aku mulai hancur dan jatuh.

Aku mulai mencari tau keberadaan purkon hari terus berlalui sampai aku lelah dan pasrah akan takdir. Hingga suatu saat sangkholik mempertemukan kami kembali, namun purkon tidak seperti yang dulu dia seolah tak mengenalku.dia berubah begitu saja, aku berusaha untuk mendekatinya namun itu semua hanya usaha yang kosong dia menghindariku hingga aku lelah dan tak berharap lagi.

Aku mulai menghindar dari kehidupan purkon.aku berusaha untuk melupakan purkon untuk yang kesekian kalinya. Namun itu semua hanya sesaat bisa ku lakukan.aku tetap merindukan purkon seperti aku merindukan sosok patamorgana. Aku bisa melihat tetapi aku tidak akan pernah bisa untuk mengenggamnya.

Aku mulai terbiasa akan hal yang seperti kurasakan. Aku tetap merindukan purkon, hingga aku pergi jauh meninggal kan semua ini, aku mencari hal baru namun itu semua terhenti saat kecelakaan yang di perbuat olehku sendiri. Tanpa sengaja aku menabrak mobil purkon yang menyebabkan purkon pergi untuk selamanya.

Aku sangat menyesal akan hal itu aku menangis dalam penyesalan ku sendiri.aku seperti orang bodoh yang tak tau arah hidup lagi. Aku tidak pernah menyadari akan apa yang menimpaku selama ini, hingga aku menemukan surat yang di simpan purkon untukku. Aku membaca surat itu dengan lelehan air mata dan penyesalan yang sangat mendalam, tenyata selama ini purkon juga merasakan hal yang sama seperti yang ku rasakan. Ia merindukan ku seperti aku merindukanya, ia mencoba untuk merubah sifat ku dengan membiarkan aku dalam ke bingungan yang sangat luar biasa.

Hingga aku terjatuh dan bangkit kembali aku menyadari bahwa purkon ingin menyadarkanku akan sesuatu yang tak ku hiraukan. Aku adalah orang yang merindukan kasih sayang sangkholik namun aku tidak menyadari akan kedekatan sangkholik denganku. Aku tidak menyadari sikap purkon yang seperti itu ingin memperbaiki hidupku menjadi lebih baik.

Aku menangis dalam kegagalan hidupku aku mencoba untuk merubah hidupku dan melupakan semua yang terjadi. Namun aku gagal aku menyerah hingga aku memutuskan keputusan yang sangat bodoh aku mengakhiri hidupku karna kerinduanku terhadap sosok patamorgana aku melihat hal yang ia berikan terhadapku namun aku tidak pernah bisa mengengamnya karna kebodohan yang ku miliki selama ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s