Hidup Bersama Emosi

(Oleh Ena Ramadhani)

UswatunKita masing-masing mengalami emosi yang sama, tetapi kita semua mengalaminya secara berbeda, kita tahu bahwa orang itu berbeda dalam hal kekuatan pengalaman mereka yang khas terhadap suatu emosi yang partikular.sebagian orang mempunyai respon kemarahan yang sangat kuat, ketika yang lain mempunyai jenis kemarahan yang moderat atau lemah (dan tak hanya Karena mereka sengaja mengontrol kemarahan mereka).

Sebagian orang menjadi marah dengan sangat cepat dari pada orang yang lain, dan sebagian kemarahan orang itu biasanya berlangsung lama, sedangkan yang lain berlangsung dalam betuk ledakan kemarahan yang sangat singkat. Ketika kemarahan mulai surut, itu bisa hilang dengan sangat cepat, atau bisa berkurang dengan sangat lambat. Jadi dengan mempertimbangkan empat hal yang membuat pengalaman emosional seorang bisa berbeda ,,,,,

  • Kecepatan serangan emosional,
  • Kekuatan respon emosional,
  • Durasi respon emosional,
  • Dan seberapa lama emosi itu mereda dan kembali dalam keadaan semula.

Sebagian orang mempunyai tanda yang sangat halus tentang bagaimana mereka merasa, bahkan mereka tak merasa bahkan ketika mereka tak mencoba untuk mengontrol bagaimana mereka merasa

Ketika seseorang mencoba melukai kita secara fisik, kemarahan dan ketekutan kemungkinan akan menjadi responya. Jika seseorang tengah mencoba menyakiti kita secara psikologis, menghina kita melecehkan tampilan dan prestasi kita, itu juga bisa membangkitkan kemarahan dan ketakutan. Kecewa dalam bagaimana seseorang bertindak juga menyebabkan kita marah, khususnya ketika seorang itu adalah seseorang yang kita sangat-sangat pedulikan. Itu mungkin sangat tampak aneh bahwa kita bisa menjadi sangat marah kepada mereka yang sangat kita cintai, tapi mereka adalah orang yang bisa sangat menyakiti hati kita dan mengecewakan kita.

Sedang yang lain mempunyai ekspresi yang sangat kuat, dengan ekspresi wajah emosional dan suara yang sangat jelas, bahkan ketika mereka mencoba mengontrolnya.Dan yang terakhir adalah peristiwa- peristiwa yang menjadi pemicu paling siap pada masing-masing emosi kita.

Jadi intinya setiap orang itu mempunyai emosional yang berbeda-beda, bukan Cuma dari segi raut wajah melainkan juga dari segi berbicaranya. Sebagian orang menjadi marah dengan sangat cepat dari pada yang lainya. Dan ketika kemarahan mulai surut, itu juga bisa hilang dengan sangat cepat atau berkurang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s