WANITA ENGKAULAH ARSITEK PERADABAN

Jika kau mendidik seorang wanita maka engkau telah mendidik satu generasi. begitulah gambaran besarnya peranan wanita sebagai seorang arsitek peradaban. seorang dosen Arsitek ITB yang bernama ibu dewi sedikit membahas soal kesadaran bahwa wanita merupakan arsitek peradaban, beliau menjelaskan bahwa manusia telah diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya menurut firman Allah dalam Al Quran Surat At Tiin ayat 4:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

artinya: “ Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Allah tidaklah semena-mena menciptakan manusia di muka bumi ini. Semua makhluk Allah ciptakan tidak lain untuk beribadah kepadanya. Maka dari itu manusia diharuskan mempersiapkan kehidupan akhirat lewat kehidupan dunia. Kehidupan dunia ini haruslah dijalankan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan perintah Allah menurut sunnah Rasulullah saw. Dalam menjalani hidupnya, manusia haruslah memiliki visi dan misi agar selalu ingat dan berpegang teguh apapun yang terjadi.

Wanita merupakan arsitek peradaban. Hal itu memang sangat benar. Bu Dewi bercerita, menurut riset, di Jepang, 25 tahun kedepan SD akan berubh jadi panti jompo. Karena kebanyakan orang-orang disana tidak suka menikah dan memiliki anak. Mereka lebih suka bekerja dan sibuk di kantor. Anak-anak SD disana satu kelasnya bisa dihitung dengan jari. Wanita dikaruniai hati yang lebih lembut agar mereka bisa memahami lebih. ini berkaitan juga dalam perannya sebagai seorang ibu yang harus membimbing anak-anaknya dengan sabar dan menjadi sandaran bagi suaminya serta menjadi penenang hati. Karena itu ada pula yang mengatakan ada wanita yang hebat dibalik seorang yang sukses. Untuk menjadi demikian, segalanya harus diusahakan dan dipelajari karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Selain berusaha untuk menjadi yang lebih baik, kita juga harus pasrah kepada Allah karena soal rezeki, jodoh dan umur sudah ditentukan oleh Allah.

Beliau berkata, hidup itu pilihan. Pilihlah yang paling tepat agar bahagia dunia akhirat. Perbanyaklah mengevaluasi diri. Semua yang kita lakukan, kalau niatnya memperbaiki diri maka akan bernilai ibadah. Kemudian beliau juga sedikit bercerita, siapa bilang orang Jepang lebih sejahtera? Mereka juga harus bersaing dalam kehidupan yang lebih ketat. Jiwanya lebih tertekan dalam kehidupan yang lebih keras. Kita memang harus banyak bersyukur. Nilailah sesuatu dari manfaatnya. Dan jangan dikira hal-hal yang sederhana dapat merugikan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s